Tak dipungkiri, kebutuhan listrik merupakan kebutuhan yang penting dan utama. Hampir semua kegiatan manusia dilakukan dan membutuhkan energi listrik. Kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri.
Namun, ada hal yang penting untuk dipahami tentang listrik. Selain jenis dan fungsinya yang banyak dan berbeda-beda.
Listrik juga dibedakan menjadi 3 bagian yakni tegangan tinggi, tegangan menengah dan tegangan rendah.
Perbedaan tegangan ini tentu saja memiliki risikonya masing-masing.
Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak penjelasannya pada artikel di bawah ini!
Kabel Tegangan Tinggi


Sumber Gambar: Freepik
Apa itu Kabel Tegangan Tinggi
Kabel tegangan tinggi juga disebut sebagai kabel High Voltage atau yang kerap disingkat sebagai kabel HV.
Kabel ini bukanlah kabel rumahan atau kabel yang digunakan pada industri, melainkan kabel yang digunakan pada sistem transmisi listrik jarak jauh seperti untuk mengalirkan listrik dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Selain itu, kabel HV juga memiliki susunan kabel yang kompleks dengan lapisan isolasi, pelindung logam dan sistem pembumian yang berfungsi untuk menahan arus dan juga menjaga lingkungan sekitar tetap aman.
Kabel HV ini memiliki tegangan di atas 35kV bahkan bisa mencapai ratusan kV. Semakin tinggi tegangan maka akan semakin efisien proses penghantaran energi listriknya.
Sebagai contoh, dengan kabel tegangan tinggi ini, listrik yang dibangkitkan di Jawa Tengah dapat dialirkan ke Jakarta.
Maka tak heran jika kabel ini sangat penting untuk menjaga pasokan listrik antar wilayah.
Jenis Kabel Tegangan Tinggi
Ada dua jenis kabel tegangan tinggi:
1. Kabel Tegangan Ekstra Tinggi (Extra High Voltage/EHV)
Kabel EHV ini berfungsi untuk transmisi listrik jarak jauh dengan tegangan lebih dari 220kV.
2. Kabel Tegangan Ultra Tinggi (Ultra High Voltage/UHV)
Sedangkan, kabel UHV berfungsi untuk transmisi listrik jarak jauh dengan tegangan lebih dari 800 kV.
Tentu saja, untuk penggunaan listrik ini hanya orang-orang profesional lah yang akan menggunakannya.
Terlebih, jenis listrik tegangan tinggi tidak diperuntukkan untuk instalasi listrik rumahan atau industri.
Kabel Tegangan Menengah


Sumber Gambar: Freepik
Apa itu Kabel Tegangan Menengah
Berikutnya adalah kabel tegangan menengah atau yang kerap disebut dengan Medium Voltage (Kabel MV).
Berbeda dengan kabel HV, kabel ini berfungsi untuk menyalurkan listrik dari gardu induk ke kawasan perumahan, gedung besar atau kawasan pabrik.
Listrik ini akan sangat bermanfaat untuk industri karena mesin-mesin yang ada di dalamnya membutuhkan listrik berdaya tinggi untuk berfungsi dengan baik.
Listrik tegangan menengah memiliki tegangan sekitar 1kV hingga 35 kV. Kabel ini memiliki karakteristik lebih tebal dibandingkan dengan kabel tegangan rendah dan sistem pelindung keamanan.
Maka, untuk menggunakan listrik tegangan menengah harus dilakukan oleh teknisi listrik berlisensi, mengingat resiko yang dihasilkan juga besar.
Jenis Kabel Tegangan Menengah
Ada beberapa jenis kabel dengan tegangan menengah, berikut penjelasannya:
1. Kabel XLPE (Cross-Linked Polyethylene)
Kabel ini adalah kabel isolasi silang yang memiliki ketahanan panas dan memiliki kemampuan isolasi yang baik.
2. Kabel EPR (Ethylene Propylene Rubber)
Kabel jenis ini memiliki isolasi karet yang tahan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Kabel Tegangan Rendah


Sumber Gambar: Freepik
Apa itu Kabel Tegangan Rendah
Selanjutnya adalah kabel tegangan rendah atau kabel Low Voltage (LV). Kabel ini dikenal sebagai kabel yang menghantarkan listrik dengan tegangan di bawah 1.000 Volt.
Kabel LV juga merupakan jenis kabel yang paling sering dijumpai di kehidupan kita sehari-hari karena kabel ini kerap digunakan pada instalasi listrik rumah, apartemen, sekolah dan juga gedung perkantoran.
Selain itu, kabel LV juga digunakan untuk peralatan seperti lampu, stop kontak, alat elektronik dan juga Air Conditioner (AC).
Jenis Kabel Tegangan Rendah
Ada tiga jenis kabel tegangan rendah yang perlu kamu ketahui, seperti berikut:
1. Kabel Serabut Tunggal (Single Core)
Kabel ini digunakan untuk pemasangan di dalam pipa atau saluran tertutup lainnya.
2. Kabel Serabut Banyak (Multi Core)
Kabel jenis ini berfungsi untuk instalasi listrik yang ditanam di dalam tembok atau bawah tanah.
3. Kabel Listrik Fleksibel
Jenis yang terakhir adalah jenis kabel listrik fleksibel. Kabel ini dimanfaatkan untuk perangkat portabel atau alat yang membutuhkan gerakan atau fleksibilitas.
Kamu Sedang Mencari Kabel Yang Berkualitas Baik? Ayo Kunjungi Kitani!
Itu dia jenis-jenis tegangan pada kabel. Ada kabel dengan tegangan tinggi, menengah dan kecil.
Hal ini perlu kamu ketahui agar nantinya tidak salah menggunakan kabel jenis-jenis ini. Namun, hal yang tak kalah penting adalah memilih jenis kabel dengan kualitas yang bagus.
Contohnya seperti kabel yang tersedia di toko Kitani. Ingin tahu lebih lanjut?
Yuk kunjungi Website Kitani untuk informasi lebih lanjut!


